kosong
kata lao-tze sebuah wadah, seperti gelas sebagai contoh, memiliki fungsi pada kekosongannya. justru karena ia kosong makanya berguna, karena dapat diisi dengan sesuatu, air misalnya.
saya mulai membiasakan diri memiliki jurnal sejak tahun 2007. jurnal ini berisi apa saja hal2 yang harus saya lakukan dan saya cermati dalam satu hari. juga berisi komentar2 saya akan sesuatu yang saya alami dan hal2 yang harus saya ingat. latar belakang saya memiliki jurnal adalah karena saya tipe short-term-memory. saya mudah lupa, saya bahkan bisa sibuk sendiri mencari telpon genggam saya yang baru saya tinggalkan 5 menit yang lalu. kondisinya bahkan parah banget ketika itu, barang apa saja yang saya pegang, tidak saya masukkan ke dalam tas, akan hilang. pernah saya menemukan satu artikel yang sangat bagus di koran, saya mengguntingnya dan memegangnya. sampai di asrama, artikel itu sudah hilang ntah kemana. kata temen saya si karena saya terlalu banyak mikir, ngga kok, belajar aja saya jarang.hahaha
sekarang sudah tahun 2008. saya melihat kembali pada jurnal saya yang berwarna pink dan bergambar teddy bear itu -yang dikomentarin orang "ya ampun, kenapa lo? kok bukunya gitu si? hanna gitu?"- awal saya membelinya, jurnal ini kosong melompong, hanya berisi baris2 kosong. tak terasa sekarang sudah penuh dengan tulisan saya yang semrawut. tak ada lagi ruang untuk diisi. tiap halaman dan barisnya penuh dengan kata-kata saya. kata-kata yang menggambarkan dunia yang saya jalani hari demi hari.
sedikit menyakitkan sebenarnya melihat jurnal ini. saya berpikir bahwa hidup saya seperti jurnal ini. ketika saya lahir saya kosong melompong ga tau apa2. lalu mulailah saya menyerap dunia ke dalam diri saya. orangtua saya mengajarkan ini itu, lingkungan dan teman2 saya membentuk karakter saya. masing-masing dari mereka ikut menulis dalam jurnal saya, masing-masing meninggalkan bekasnya. ada yang sangat berkesan, ada yang hanya lewat begitu saja. banyak kejadian yang saya alami. ada kalanya saya tertawa, ada kalanya saya menangis, ada kalanya saya hanya bengong terdiam.
terkadang ada yang ingin saya hapuskan dari apa yang sudah saya tulis dalam jurnal saya. ada hal2 yang ingin saya lupakan dan berharap tidak pernah saya tulis. tapi, kalau saya harus menghapus salah satu bagian dari hidup saya, apakah saya akan tetap menjadi Hanna yang seperti ini? apakah saya akan menjadi orang yang berbeda jika saya tidak menuliskan semuanya?
saya si ga pingin mengubah apa yang sudah berlalu. saya pernah nonton film dr.jeckyl&mr.hyde. di film itu si dokter punya pengurus rumah tangga yang adalah seorang perempuan. dia punya masa kecil yang ga bahagia karena dia mengalami pelecehan seksual oleh ayahnya. lalu si dokter bertanya pada cewek ini, "jika kamu dikasih kesempatan, apakah kamu mau mengulang kehidupan kamu?". dan dengan tegas dan sangat yakin dia bilang "TIDAK". kenapa? karena siapapun kita dan bagaimanapun kondisi kita, jika kita tidak bisa berdamai dengan diri sendiri, kita ga akan bisa bahagia. wow.
lalu ada ketakutan juga melihat jurnal 2007 saya itu. tidak tersisa lagi ruang bagi saya untuk menulis, tidak ada kekosongan lagi yang bisa saya isi. jika hidup saya seperti itu juga bagaimana? apa yang harus saya lakukan dengan hidup saya? untungnya saya memiliki jurnal yang baru, jadi saya bisa melanjutkan hidup saya dengan tulisan2 baru. saya berterimakasih pada kekosongan yang memberikan saya makna dan kesempatan dalam hidup ini. manusia ga harus selalu penuh kok, kalo iya, gada kemungkinan untuk diisi lagi kan?
saya berterimakasih pada kekosongan yang begitu mengerti bahwa, kehidupan yang penuh itu tidak menarik dan membosankan. makanya saya sekarang mencoba mengosongkan sedikit hati dan pikiran saya supaya hidup tetap menarik dan selalu ada hal yang menunggu untuk disingkap dan dialami. saya juga berterimaksih pada orang yang telah meminjamkan taotehching pada saya 3 tahun yang lalu.
may the force be with you! :)

Comments